Crossing the Blues

Thursday, October 7, 2010

Puteri Indonesia 2010 Part 25 : Report from Talent Night

5 Oktober 2010

Jam di tangan masih menunjukkan pukul 18.30 saat IP team (Joolz dan Andri) menginjakkan kaki di Lobby hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta. Belum ada siapa-siapa, masih sepi, Ya memang IP team datang terlalu cepat untuk meliput malam seni dan budaya / malam bakat Puteri Indonesia 2010, tapi itu semua dilakukan karena kita sangat bersemangat untuk meliput acara tahunan dimana para finalis Puteri Indonesia akan menunjukkan aksi unjuk bakat sekaligus promosi budaya daerah masing-masing.

Berhubung masih sepi, IP team langsung merapat ke ruangan di belakang Mistere, tempat malam bakat akan berlangsung. Eh ternyata para puteri sedang sibuk make-up, dan latihan. Beberapa terlihat sedang menenteng kotak makan malam. IP team langsung menyapa Yovita, puteri Banten dan Juliana, puteri Aceh yang sedang sibuk menulis bahan-bahan untuk tampil. Usai berkenalan dan ngobrol sebentar, kesempatan untuk foto-foto tentunya tidak akan dilewatkan. Setelah Yovita dan Juliana, giliran selanjutnya adalah foto dengan Reisa, Alessandra, Tenri, Lenny, Nadine Ames, Betha dan Nabila. Cinthia serta Aelyn.











Walaupun tidak berhasil foto semua finalis berhubung mereka sedang sibuk make-up dan bersiap-siap, namun IP team cukup puas. Para tamu undangan dan keluarga finalis mulai berdatangan dan ruangan depan Mistere mulai ramai. IP team bersiap memasuki Mistere berbarengan dengan Pak Mega Angkasa dari YPI. Setelah masuk di dalam ternyata Qory Sandioriva, Zukhrifatul Hafiza dan Ayu Pratiwi sudah berada di dalam ruangan. IP team kemudian menghampiri mereka. Masing-masing ternyata sudah punya jagoan sendiri-sendiri loh untuk malam bakat ini. Oh ya, IP team juga sempet berfoto bersama Nadine Chandra yang jadi juri pada malam itu serta dengan beberapa finalis yang IP team cegat ketika mereka mau ke jalan ke belakang panggung.






Tak lama kemudian sekitar jam 8 tepat, acara pun dimulai. Zizi dan Choky yg jadi MC membuka acara dengan mempersilahkan Vincent Billiard, Executive Assistant Manager The Ritz Carlton Jakarta untuk memberikan Sambutan. Bergantian dengan Vincent, Bapak Wardiman selaku ketua YPI turut memberikan sambutan pula. Opening ditutup dengan perkenalan dewan juri. Dewan juri yang kana memilih nominasi 3 besar Puteri Indonesia berbakat kali ini terdiri dari delapan orang. Selain Nadine Chandra dan Vincent, masih ada Ibu Kusumadewi Sutanto, M. Pd, ibu Dra. Triesna Jero Wacik, Psi., ibu Sri Danti Alam, bapak Dr. Triyadi, Achirina Soetjitro, bapak Amir Husein, SE dan Fira Basuki.

Kelompok 1
Kelompok 1 yang menamakan dirinya kelompok Cantik Indonesia terdiri dari puteri Aceh, Banten, Papua Barat, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Kepulauan Riau, DKI 3, Kalimantan Barat dan Bengkulu.


Yovita membuka penampilan kelompok 1 dengan menarikan tari Cokek, tarian selamat datang yang diakhiri dengan mengalungkan selendangnya kepada tamu kehormatan. Dalam hal ini tamu yang dipilih Yovita adalah Ibu Kusumadewi. Selain itu penampilannya jadi meriah karena peserta lain turut menari dibelakangnya


Juliana menarikan sejenis tarian saman, walaupun menari sendirian dia tetap semangat dan sangat energik. Sambutan penonton untuk putri Aceh ini meriah sekali.


Cinthya tampil berikutnya dengan menarikan tari panggul Sagu, dengan gerakan-gerakan yang menirukan orang sedang memanggul hasil panen Sagu, dia tampil sangat bersemangat.


Puteri Sulsel menampilkan bakat menyanyi yg diirini dengan permainan kecapi. Sedikit demam panggung sehingga ada beberapa saat suara puteri ini tertahan tidak keluar.


Betha tampil menarikan tarian daerah. Cukup eye catching dengan kostumnya yang meriah.


Untuk penampilan pada malam bakat ini, Gloria bermain keyboard. Lagu Beethoven mengalir dengan indah dan syahdu dari jari jemari gadis ini.


Puteri DKi 3 tampil berikutnya membawakan tarian kontemporer perpaduan tari modern dengan balet. Sayang sekali Aisya terlalu focus ke tariannya sehingga lupa untuk melihat ke pers dan penonton.


Sedikit kesalahan minor, saat puteri Kalbar memetik Alat music tradisionalnya tetapi tidak dilengkapi dengan pengeras suara sehingga membuat penonton tidak mendengar apa yang dimainkan. Tetapi tarian daerah yang ditampilkan sesudahnya cukup menarik perhatian.


The scene stealer dari kelompok 1! Sera yang menampilkan tarian dengan lilin ini cukup memesona penonton. Apalagi saat lilin diletakkan di atas kepala dan puteri satu ini lanjut lagi menari dengan lincah. Sambutan penonton sangat meriah sekali.


Puteri Sulteng ini menyanyikan lagu Because of You yang kemudian dimedley dengan Tanah Airku menutup penampilan dari kelompok 1.




Kelompok 2
Kelompok 2 ternyata mengambil inspirasi dari mutiara yang ketika bersatu menjadi sebuah aksesoris menjadi sangat indah sehingga menamakan kelompok mereka dengan Mutiara Indonesia. FInalis yang tergabung di kelompok ini antara lain Papua, Sumut, Jambi, Lampung, DKI 4, Sulbar, Jabar, Bali, Kalteng, dan Gorontalo.


Oifance membacakan puisi yang menggambarkan daerah Papua. Cukup menyentuh.



Nabila tampil menarikan tarian Melayu lengkap dengan payungnya.


Puteri Jambi kembali menarikan tarian daerah. Yang unik adalah Grace turut bernyanyi seiring dengan lagu daerah pada latarnya sehingga seolah-olah dia sedang menari sambil bernyanyi.


Lili menarikan tarian daerah dengan menggunakan dua kipas besar.


Mungkin karena sudah banyak yang membawakan tarian daerah dari kelompoknya, Nadine Ames memutuskan untuk membawakan tarian hip hop. Dengan diiringi lagu video phone dari Beyonce. Energik sekali dan tariannya hidup di atas panggung.


Tenri memainkan alat music tradisional daerah sejenis Kendi dengan bamboo-bambu di atasnya. Sayangnya, dia memainkannya terlalu sebentar.


Lala memulai aksinya dengan tari jaipong khas Jawa Barat. Cukup seksi dengan geal geolnya. Disaat penonton sedang asik menikmati tarian ini tiba-tiba musik berganti dengan lagu R&B dan Lala lanjut menarikan tari modern dengan sangat energik bahkan diakhiri dengan gerakan kayang. She is a dancer indeed.


Seperti biasa, Bali kembali menampilkan tarian daerah dengan gerakan mata melotot ke kanan dan ke kiri khas tari Bali. Dwita cukup luwes membawakan tarian ini.


Dengan membawa Golok dan Perisai daerah, Aelyn tampil seolah-olah sedang berperang. Belum lagi teriakan-teriakan ala Xena yang diteriakkan Aelyn membuat suasana bertambah seru. Penampilan Puteri Kalteng ini disambut tepukan tangan penonton yang sangat meriah.


Alessandra rupanya juga sepakat dengan teman sekelompoknya untuk menarikan tarian daerah. Btw, the camera really loves her, the loveliest of the second group.



Mau tau lebih banyak lagi soal Malam Bakat, ikuti terus laporan IP team di bagian berikutnya!

Teks : Joolz
Terima kasih kepada Yayasan Puteri Indonesia atas kesempatan liputan resmi yang dilakukan Indonesian Pageants.